Vaksinasi Gotong Royong Dimulai, Bagaimana Ketersediaan Vaksinnya?

Program vaksin mandiri hanya bisa dibuka jika seluruh masyarakat yang menjadi goal vaksinasi gratis sudah mendapatkan suntikan vaksin. Untuk saat ini, keterlibatan swasta dalam program vaksinasi dibutuhkan, namun bukan dalam rangka untuk mendapatkan prioritas. Sasaran penerima vaksinasi gotong royong adalah karyawan/karyawati dari seluruh perusahaan yang ada di Indonesia. Kemudian distribusi dan penyuntikkannya dilakukan oleh Bio Farma dan pihak swasta agar tidak membebani fasilitas kesehatan yang digunakan untuk melakukan vaksinasi free of charge. Dalam prosesnya, PT Bio Farma mendistribusikan vaksin Covid-19 untuk Vaksinasi Mandiri ke fasilitas pelayanan kesehatan milik masyarakat atau swasta yang bekerja sama dengan badan hukum atau badan usaha.

Berdasarkan hitungannya, jika BUMN dan swasta bersinergi, maka vaksinasi mandiri bisa dilakukan lebih cepat dari perkiraan sebelumnya yang memerlukan waktu satu tahun. Dengan begitu, pemerintah mengajukan vaksinasi tahap pertama untuk para tenaga kerja medis, yang akan dilanjutkan kepada masyarakat. Mulai dari membatasi kegiatan masyarakat, mengajak masyarakat untuk melakukan protokol kesehatan, hingga menyediakan vaksin bagi masyarakat.

Bagaimana cara mendapatkan vaksin mandiri

Sementara vaksin jalur mandiri diberikan kepada publik, atas permintaan langsung dari masyarakat, dengan berbayar. Sementara itu Koalisi Warga untuk Keadilan Akses Kesehatan dalam rilisnya menyatakan saat ini, para produsen vaksin di dunia masih terfokus untuk melayani permintaan vaksin dari badan pemerintah dalam rangka membantu menangani pandemi. Jika pihak swasta diperbolehkan mendapatkan vaksin untuk kebutuhan lingkungan mereka sendiri, dikhawatirkan akan mengurangi jatah vaksin free of charge yang sangat ditunggu masyarakat secara luas. Keenam, vaksin mandiri tidak menghilangkan hak warga untuk mendapatkan vaksin free of charge. Pemerintah harus memastikan bahwa setiap warga tidak kehilangan hak untuk mendapatkan vaksinasi gratis.

“Tentunya dengan informasi satu knowledge ini, akan mencatat barcode dari jenis-jenis vaksin yang didapatkan dari masing-masing orang,” tambah dia. Pemerintah menargetkan, 70 persen warga divaksin Corona atau angka minimal terjadinya herd imunity. Ia berharap, vaksin gotong royong akan mempercepat proses vaksinasi dan memperpendek target penyelesaian vaksinasi untuk lebih dari 181 juta penduduk Indonesia yang semula ditetapkan 15 bulan menjadi 12 bulan.

Meskipun begitu, vaksin yang diberikan pemerintah akan diberikan secara free of charge. Reuters melaporkan Kamis (25/2), rencana swasta tersebut didorong oleh para pelaku bisnis di Tanah Air sebagai cara bagi perusahaan untuk membeli vaksin dari pemerintah sehingga karyawan mereka dapat divaksinasi. Cara itu diyakini akan membantu menopang perekonomian negara yang terpukul akibat pandemi. “Setelah semuanya selesai, data ini akan dilakukan database nasional. Ini penting sekali, sebab data vaksin pemerintah dan vaksin mandiri akan berkumpul jadi satu,” katanya.