Unicef Pimpin Pengadaan Dan Penyediaan Vaksin Covid

Fauci juga mengatakan bahwa dapat dibayangkan para ilmuwan kini sedang mengerjakan vaksin virus corona universal yang akan mengatasi semua varian virus SARS-CoV-2 tersebut. Vaksinasi Covid-19 dilakukan setelah kepastian keamanan dan keampuhannya ada, merupakan upaya untuk menurunkan kesakitan dan kematian dan mendorong terbentuknya kekebalan kelompok . Selain itu, vaksinasi Covid-19 bertujuan untuk melindungi dan memperkuat sistem kesehatan secara menyeluruh, juga menjaga produktivitas dan mengurangi dampak sosial dan ekonomi masyarakat. Dia juga menjelaskan, secara pribadi pihaknya menyerahkan seluruh rencana penanggulangan pandemi termasuk vaksin ke pihak ahli. Untuk itu, Bambang tentu mencari tahu tentang manfaat dari vaksin khususnya dari para ahli yang memang memiliki kewenangan.

Proyek ini juga mendanai terapi Covid-19 yang dikembangkan oleh Regegernon dan Eli Lilly, keduanya telah menerima otorisasi penggunaan darurat dari FDA, seperti dilaporkan Business Insider. Adapun hal pertama perlu diperhatikan adalah perubahan perilaku dan memperbaiki pelayanan kesehatan masyarakat. Pasalnya, pandemi tidak ada yang selesai dalam satu tahun, bisa mencapai 5 hingga 10 tahun.

Hal tersebut dilakukan karena jatah vaksin yang dijamin oleh World Health Organization hanya berkisar 20% dari complete populasi Indonesia. Angka tersebut muncul mengingat bahwa kemampuan produksi vaksin tidak akan selesai dalam waktu yang singkat dan dapat menjangkau seluruh masyarakat dunia yang terdampak. WHO sendiri sebagai organisasi kesehatan dunia memegang prinsip some folks in all nations bukan all vaccine for all individuals in some nations.

Pertemuan antara pemerintah Indonesia dengan pihak AstraZeneca dari Inggris menghasilkan kesepakatan kerja sama mengenai pengadaan one hundred juta vaksin pada tahun 2021. Indonesia juga telah berupaya meminta kepada pihak dari negara Inggris untuk dapat memastikan terkait keamanan dari vaksin yang disediakan sebagai hasil dari kerja sama bilateral yang dilakukan. Termasuk Indonesia juga sudah memastikan bahwa kesepakatan kerja sama ini sudah dituangkan dalam dokumen resmi berbentuk Letter of Intent. Hal serupa tentunya berlaku juga untuk mengatasi pandemi COVID-19 yang masih merebak sekarang ini. Dokter Jane mengharapkan agar masyarakat tidak meragukan program vaksinasi yang sedang digalakkan pemerintah, dengan harapan bisa segera mengakhiri pandemi. Kepada masyarakat agar tidak perlu takut untuk divaksin karena program vaksin akan terus dilakukan hingga Pandemi Corona Virus Diseace usai.

Diplomasi vaksin Indonesia yang merujuk kepada usaha untuk mencapai kerja sama dalam mewujudkan penyediaan vaksin dan obat-obatan covid-19 agar dapat terjangkau oleh masyarakat Indonesia. Pada tataran nasional, Indonesia telah membentuk konsorsium untuk mempercepat penemuan vaksin covid-19 yang dinamakan Vaksin Merah Putih. Sementara pada stage internasional, saat ini Indonesia sudah mendapatkan komitmen penyediaan vaksin dari China melalui Sinovac, dengan Uni Emirat Arab melalui G24 yang bekerja sama dengan Sinopharm, serta Inggris melalui AstraZeneca. Selain itu, KBRI Bratislava juga berupaya untuk menjajaki peluang kerja sama dengan Slowakia dalam hal diplomasi vaksin.

Hingga tahun 2020, Kementerian Kesehatan telah membelanjakan Rp 637,3 miliar, untuk pengadaan vaksin. Untuk pemenuhan alat pendukung program vaksinasi Covid-19, Kemenkeu telah membelanjakan mulai dari jarum suntik, alkohol swab, dan safety box sebanyak Rp 277,forty five miliar. Juga karena vaksin harus disimpan di tempat pendingin, dibelanjakan vaksin fridge 249 unit, cold box 249 unit, alat pemantau suhu vaksin 249 unit, vaksin provider 498 unit, dan alat pelindung diri , dengan total pembelanjaan sebesar Rp a hundred ninety miliar. Faktor pertama ialah penerima vaksin, seperti usia, komorbid , riwayat infeksi sebelumnya, serta jangka waktu sejak vaksinasi dilakukan.

Vaksin dapat menangani Covid

Ia merasa bersyukur karena Kota Padang menjadi daerah yang termasuk prioritas dalam pendistribusian vaksin tersebut sehingga dapat segera diberikan kepada Nakes. Hal ini menjadi peluang, bahwa industri vaksin di Indonesia prospektif, karena pengembangan vaksin tidak akan berhenti produksi selain kebutuhan pandemi, juga untuk memenuhi kebutuhan Kesehatan masyarakat Indonesia yang berjumlah 270 juta jiwa. Selain potensi, selanjutnya tugas Kemristek merangkai kerja sama riset dan inovasi dari hulu sampai hilir untuk mewujudkan kemandirian vaksin di Indonesia. Mengenai tantangan pengembangan vaksin di Indonesia, Menristek menyampaikan hanya memiliki satu pabrik vaksin, yaitu Biofarma, yang sanggup memproduksi vaksin dengan 2 platform yaituin-activity virusseperti Sinovac, dan protein rekombinan. Prof. Bambang menyambut antusias karena dalam waktu relatif singkat Kemristek dapat mengidentifikasi institusi mana yang memiliki kemampuan/teknologi dan minat untuk pengembangan vaksin. Penelitian vaksin yang dilakukan UI bernama “Vaksin Merah-Putih Platform UI”, yaitu UI mengembangkan vaksin DNA, mRNA, danVirus-Like-Particles.