Profil Vaksin Sinopharm & Moderna Yang Akan Dipakai Vaksin Mandiri

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia Rosan Roeslani sebelumnya menyebut vaksin Sinopharm untuk program vaksinasi gotong-royong atau vaksinasi mandiri rencananya disuntikkan mulai 9 Mei mendatang. “9 Mei tentatif. Harga menunggu dari Bio Farma tapi informasinya Rp1 juta untuk 2x suntik,” ujar Rosan lewat pesan singkat, Ahad, 2 Mei 2021. Direktur Utama Kimia Farma Verdi Budidarmo mengatakan izin penggunaan darurat ini digunakan untuk importasi vaksin Sinopharm, dalam program vaksinasi mandiri atau gotong royong ini. Perkembangan program vaksinasi ini, dalam teknis pelaksanaannya tengah dikoordinasikan oleh Kamar Dagang dan Industri dan PT Bio Farma.

Ketiga, jika vaksinasi dilakukan di fasilitas pelayanan kesehatan milik masyarakat atau swasta, tarif yang berlaku tidak boleh melebihi batas maksimal yang sudah ditetapkan menteri. Mengakhiri pro kontra tersebut, Menteri Kesehatan Budi Gunawan Sadikin, menerbitkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 10 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Vaksinasi Dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Aturan itu merevisi Permenkes RI Nomor 84 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Covid-19 atau corona.

Tak hanya untuk percepatan herd immunity, tetapi juga membantu anggaran pemerintah. Ditanya soal harga vaksin, Shinta menjawab, itu semua ditentukan oleh Kemenkes dan Kadin tidak bisa ikut campur tangan dari segi harga. Diakui Shinta, banyaknya perusahaan yang berminat untuk berpartisipasi walaupun bersifat sukarela, karena mereka sudah mengeluarkan biaya besar untuk berbagai kebutuhan tes Covid-19 bagi karyawannya. Ketika dikonfirmasi Lokadata.id mengenai harga yang ditetapkan pada vaksin gotong-royong ini, Shinta mengatakan,”Belum ada harga yang ditetapkan masih menunggu jenis vaksin yang pemerintah siap,” kata dia.

Sinopharm menjadi salah satu vaksin yang digunakan dalam vaksinasi gotong royong yang akan digunakan pada pekan ketiga bulan Mei. Kadin, sebagai perwakilan pengusaha Indonesia berharap harga vaksin yang harus dibayarkan terjangkau. Sedangkan untuk distribusi vaksin dalam program gotong royong dilakukan kepada fasilitas kesehatan milik swasta yang bekerja sama dengan badan hukum atau badan usaha pelaksana vaksinasi gotong royong.

Harga vaksin mandiri

Kelompok pengusaha yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri mengusulkan vaksin mandiri kepada pemerintah untuk mempercepat program vaksinasi di kalangan industri. Dia menjelaskan perusahaan yang bergerak di hulu memutuskan mendaftar program vaksinasi gotong royong karena industri ini bersifat padat modal, padat karya, dan perlu bekerja 24 jam non cease. Sejumlah asosiasi perusahaan swasta yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri Indonesia selaku inisiator program mengatakan siap membayar harga vaksin gotong royong hingga Rp1 juta per orang. Dan kekinian dijelaskan vaksin yang akan dipakai dalam program vaksinasi mandiri ini adalah Sinopharm dan Moderna. Dalam bahan paparan Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto terungkap ada 22 juta dosis dari 2 jenis vaksin tersebut yang disediakan untuk vaksinasi mandiri.

Soal harga, Ketua Umum Golkar ini menambahkan, Kementerian Kesehatan segera menerbitkan Permenkes mengenai vaksinasi gotong royong. Nantinya, vaksinasi dengan skema gotong royong akan menggunakan vaksin Covid-19 produksi Sinopharm. Indonesia sendiri sudah sepakat dengan Sinopharm untuk mendatangkan 7,5 juta dosis vaksin sampai Juli nanti. Selain itu, pemerintah juga memfasilitasi warga negara asing untuk mendapat akses vaksinasi Covid-19. WNA sebagai pekerja asing bisa divaksinasi dengan skema gotong royong, yakni dengan pendanaan sepenuhnya oleh perusahaan penanggung WNA tersebut.

Total vaksin yang dipesan Bio Farma untuk program vaksinasi mandiri swasta ini mencapai 20,2 juta, terdiri atas 15 juta dosis dari Sinopharm dan 5,2 juta dosis dari Moderna. Pemerintah masih belum menentukan harga dan waktu pelaksanaan vaksinasi mandiri atau kini dikenal dengan nama vaksinasi gotong royong. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa penetapan dua hal tersebut dilakukan setelah pertemuanPT Bio Farma dengan produsen vaksin. Sementara yang kedua, Jalur Mandiri yang menyasar masyarakat yang berusia tahun, ada sekitar fifty seven juta orang sasarannya vaksin corona atau Covid-19 dengan kebutuhan vaksin sekitar a hundred and fifteen juta dosis.

Vaksin Sinopharm akan dipakai dalam program vaksinasi gotong royong atau vaksinasi mandiri. Hal ini sesuai dengan arahan Kemenkes bahwa program ini harus dibedakan dengan program vaksinasi pemerintah. Selain itu, vaksinasi mandiri juga tidak akan mengganggu program vaksinasi gratis yang dijalankan pemerintah, seluruh warga negara berhak untuk mendapatkan vaksin yang disediakan secara gratis oleh pemerintah. Sesuai dengan Peraturan Presiden berkaitan dengan pengadaan vaksin dan pelaksanaan vaksinasi dalam rangka penanggulangan Pandemi COVID-19, IHC dan Grup RS di bawahnya tidak memiliki wewenang dalam pengadaan vaksin. Seluruh program vaksin adalah di bawah kewenangan Kementerian Kesehatan dan sampai saat press release ini diterbitkan belum ada peraturan resmi berkaitan dengan program vaksin mandiri.