Cara Mendapatkan Vaksin Covid

“Harapan saya agar setiap warga tidak ada yang tidak mau divaksinasi karena hal ini merupakan tanggung jawab pribadi sebagai warga negara dan tanggung jawab individu dalam berpartisipasi mengatasi pandemi Covid-19,” katanya. “Dan juga tadi arahan Bapak Presiden, pekerja yang memiliki Kitas ataupun Kitap itu juga bisa menggunakan mekanisme vaksin gotong royong,” kata Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. “Penanganan COVID-19 kalau kita lihat ranking dari beberapa negara, kita dianggap negara yang menangani COVID-19 dengan baik. Tentu kita harap ini bisa terus berkelanjutan. Tapi protokol kesehatan juga harus dijalankan dengan baik,” pungkas Rosan. “Mungkin di akhir Maret kemarin mulai mengalami perlambatan karena ketersediaan vaksin yang terbatas. Tapi sekarang sudah masuk kembali baik itu Sinovac, AstraZeneca bahkan Sinopharm. Untuk vaksin gotong royong juga sudah masuk,” katanya. Rosan menuturkan, Indonesia saat ini memiliki momentum yang semakin lama semakin baik tidak hanya dari sisi perekonomian tapi juga sisi kesehatan. Menurut dia, hal itu ditunjukkan dengan membaiknya tren pertumbuhan ekonomi meski masih dalam kondisi kontraksi.

Ia berharap warga disiplin terhadap protokol kesehatan, sementara pemerintah akan fokus mempersiapkan vaksin dan program vaksinasi dengan cermat agar kita bisa bangkit pulih dari pandemi. Rektor Universitas Indonesia Prof. Ari Kuncoro, S.E., M.A., Ph.D, menyampaikan “Meskipun dalam masa pandemi, peneliti UI turut aktif dalam melakukan riset dan pengembangan produk dari berbagai disiplin ilmu. UI telah melakukan banyak inovasi bagi pemerintah dalam upaya penanggulangan pandemi Covid-19, salah satunya adalah pengembangan vaksin DNA dan mRNA.

Vaksin dapat menangani Covid

Negara-negara yang bergabung dengan fasilitas ini diberi kesempatan untuk membeli vaksin antara 20 hingga 50 persen dari jumlah populasi mereka. Uang urunan yang dikumpulkan dari tiap negara peserta akan dilihat sebagai gambaran permintaan vaksin bagi negara tersebut. Salah satu penolakan terhadap vaksinasi berkisar pada ketakutan terhadap bahan-bahan yang terdapat dalam vaksin. Muncul pula penolakan vaksinasi karena alasan teori konspirasi, curiga bahwa vaksinasi adalah agenda tersembunyi dari suatu negara untuk mengambil keuntungan dari negara lain. “Jadi masyarakat kita harus terus-menerus diberi pengetahuan tentang penyakit apa saja yang berhasil dicegah dengan imunisasi. Jangan sampai nanti lupa lalu menghindari vaksin sehingga muncul kembali penyakit-penyakit lama,” tuturnya.

“Dengan lahirnya vaksin-vaksin ini, penyakit-penyakit menular berbahaya tersebut sudah hilang, walaupun masyarakat sering tidak menyadarinya,” tambahnya. Sejarah mencatat, vaksin adalah unsur penting dalam upaya mengatasi penyebaran penyakit menular yang berulangkali terjadi dalam peradaban manusia dari waktu ke waktu. Mobilisasi dan keserempakan antara pusat dan daerah, baik provinsi maupun kabupaten/kota, mengenai pelaksanaan program vaksinasi COVID-19 menjadi sangat penting. Untuk Kutai Barat saat ini vaksin masih dalam pengiriman dari provinsi, setelah datang nanti akan disalurkan keseluruh puskesmas yang berada di Kutai Barat.

Selain itu, kita juga perlu melakukan upaya lain, seperti konsumsi makanan yang sehat dan bergizi, berolahraga secara teratur, lalu jika perlu kita juga dapat mengkonsumsi suplemen kesehatan. Karena itu, kata Dicky, Indonesia semestinya jangan berharap vaksin menjadi jalan keluar dari krisis pandemi. “Vaksin bukan peluru ajaib untuk pemulihan kesehatan, ekonomi, dan sosial kalau strategi mendasarnya 3T dan 3M tidak dilakukan optimum. Pada vaksin aman dan efektif misalnya, menurut Dicky, tingkat kemanjuran atau efikasi paling tidak di atas ninety persen. Semakin tinggi efikasi, lanjutnya, tingkat keberhasilan vaksinasi virus korona jauh lebih besar.

Dokter Devia berharap semua orang khususnya di Indonesia lebih menyadari protokol kesehatan dan pentingnya 5M. “Lalu, tenaga kesehatan juga sudah tahu apa yang harus dilakukan, misalnya persiapan ICU dan hal-hal lain yang dibutuhkan. Kalau di awal-awal pandemi, CFR lebih tinggi karena kita masih sangat baru dengan kasus ini,” lanjutnya. Diramalkan, di tahun 2021 makin banyak calon vaksin COVID-19 yang bisa digunakan untuk melindungi masyarakat. Beragam jenis vaksin, mulai dari Moderna, Sinovac, AstraZeneca-Oxford University, Pfizer-BioNTech, Sputnik V, hingga Sinopharm, kini sudah didistribusikan ke masyarakat. Meskipun demikian, Wiku mengungkapkan ilmu pengetahuan manusia terkait perkembangan pandemi Covid-19 juga berjalan cukup dinamis.